BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi
Ilustrasi gelombang tinggi.
FaizalLestaluhu
15 May 2024 08:44 WIT

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi

AMBON,AE-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Maritim Ambon kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Maluku, sejak tanggal 14-15 Mei 2024. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi. 

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Ashar melalui siaran persnya menyebutkan, pola angin di Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut-Timur laut dengan kecepatan angin berkisar 6-15 knot. 

Sedangkan di Indonesia bagian Selatan umumnya bergerak dari timur tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Sermata, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kei, Aru dan laut Arafuru dengan tinggi gelombang berkisar 1.25 sampai dengan 2.50 meter berpeluang terjadi di perairan Pulau Buru, perairan Pulau Ambon dan Pulau Lease. Kemudian Laut Banda, perairan Sermata, Kepulauan Leti, Perairan Babar, Tanimbar, Kei, Aru dan Arafuru. 

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada,"kata Ashar, Selasa (14/5/2024).

BMKG juga mengingatkan beban resiko tinggi yang perlu diperhatikan terhadap keselamatan pelayaran. Bagi perahu nelayan, kecepatan angin lebih dari 15 Knot dan tinggi gelombang diatas 1.25 meter, dan kapal tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 Knot dan tinggi gelombang diatas 1.5 meter.

"Untuk kapal feri Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.  Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang diatas 4.0 meter," tandasnya.

Terpisah anggota DPRD Maluku, Anos Yeremias, juga meminta masyarakat agar tetap waspada saat melaut, terutama para nelayan di daerah terpencil. Gelombang tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu sering terjadinya kecelakaan laut.

"Semoga dengan imbauan BMKG ini menjadi perhatian bagi para nelayan kita di Maluku. Mereka harus waspada terhadap kondisi cuaca saat ini," kata Anos.

Dikatakan, kapal penumpang berskala kecil  yang melayari rute antar pulau, termasuk spead boad, diharapkan dapat mematuhi himbauan BMKG. Terutama untuk daerah terluar di Maluku.

"Biasanya kapal-kapal kita yang rutin bermuatan penumpang juga sering alami kecelakaan bahkan hanyut, penyebabnya karena angin kencang dan gelombang. Makanya kita berharap mereka bisa mematuhi peringatan ini,"sahut Anos. 

Politisi Golkar itu juga mengimbau masyarakat Maluku,  terutama Kota Ambon agar tetap mewaspadai banjir, pohon dan longsor karena musim penghujan sudah tiba.

"Daerah pegunungan maupun di bantaran sungai, mereka harus berhati-hati di musim penghujan. Karena kebanyakan terjadi longsor dan banjir," imbuhnya. (Wahab)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai