Berusia 57 Tahun, Ini yang Telah Dilakukan FEBIS Unpatti
Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Febis) Universitas Pattimura di Jl. Ir. M Putuhena Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.
Admin
08 Dec 2022 23:22 WIT

Berusia 57 Tahun, Ini yang Telah Dilakukan FEBIS Unpatti

AMBON, AT.--Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Febis) Universitas Pattimura Ambon memasuku usia 57 pada 15 Desember 2022. Pada kepemimpinan Dr. Erly Leiwakabessy, SE, M.Si sebagai dekan, FEBIS telah menorehkan berbagai capaian.

Sudah dua periode sosok ini membuat Febis Unpatti terkenal bukan saja di Ambon, tapi juga kalangan universitas di luar Kota Ambon hingga mancanegara, salah satunya di Australia. 

Saat ini, Febis Unpatti menjalin kerjasama dengan Australia guna mengembangkan Jurusan Manajemen yang ada di kampus kebanggaan masyarakat Maluku ini. Leiwakabessy mengaku, bisa seperti saat ini, tidaklah mudah. 

Pertama, yang dihadapi secara umum baik universitas dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, adalah bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia di fakultas. Dimana secara kuantitas, Febis yang paling banyak diikuti fakultas lain.  

Untuk peningkatan mutu pembelajaran, ia selalu mengembangkan kurikulum sesuai dengan tuntutan pasar kerja.  Selalu ada langkah-langkah untuk merevisi kurikulum sesuai dengan tuntutan zaman.

Dulu menggunakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan. 

"KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional, dan sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran (learning outcomes) nasional yang dimiliki Indonesia untuk menghasilkan sumber daya manusia nasional yang bermutu dan produktif," ucap Leiwakabessy kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, kemarin. 

Dijelaskan, saat ini KKNI tidak dipakai lagi. Digantikan dengan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Febis mendukung untuk dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

"Dan saat ini, kurikulum Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, Febis telah mengimplementasikannya dalam metode pembelajaran di bangku perkuliahan. Sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengimplementasikan kemampuannya,"ujar Leiwakabessy.

Saat ini, kata dia, Febis Unpatti telah melakukan kerja sama antar fakultas yang  di Unpatti maupun Universitas lain di Maluku maupun di luar Maluku hingga mancanegara seperti Australia. 

"Semua ini dilakukan untuk peningkatan kualitas mahasiswa. Dan untuk dosen, akan kita kirimkan ke universitas-universitas maju yang ada di Indonesia maupun mancanegara sehingga dapat mencontohi kurikulum atau hal lain, yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen dan mahasiswa yang ada di fakultas ini," jelas Leiwakabessy. 

Sementara untuk non akademik, kata dia, peningkatan infrastruktur penunjang akademik selalu diupayakan. Pada 2018, pihaknya masih di gedung lama dengan kondisi yang terbatas. 

Seluruh aktivitas akademik pada gedung lama dimaksimalkan. Mulai dari gedung, ruangan dosen maupun ruangan perkuliahan dapat difungsikan.

"Disamping itu juga, saya dan pihak universitas berusaha untuk mendapatkan gedung yang representatif untuk nantinya dapat dipakai oleh seluruh mahasiswa dan dosen. Kami bersyukur, di tahun 2019, telah mendapatkan gedung yang diinginkan dan gedung tersebut sudah kami pakai pada 2020 lalu," tutur Leiwakabessy.

Dia menambahkan, Febis Unpatti sudah menempati gedung yang sudah representatif dengan semua fasilitas penunjang. Namun, pihaknya tidak meninggalkan gedung lama, sehingga Febis Unpatti mempunyai tiga gedung yakni gedung A, gedung B dan gedung C. 

"Hingga saat ini, proses perkuliahan berjalan dengan baik dan lancar. Dengan tetap mengikuti juknis yang ditentukan oleh universitas, dan saya sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpatti," jelas Leiwakabessy. 

Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Febis Unpatti, Bin Raudha Arif Hanoeboen mengaku, sudah mengajar di Febis Unpatti kurang lebih 16 tahun. Dirinya melihat, sudah banyak perkembangan di fakultas ini. 

Mulai dari ketersedian infrastruktur hingga pengembangan sumber daya manusianya, serta sarana pembelajaran maupun dari proses akademik dan non akademik.

"Berkembang sangat pesat sekali. Dari segi infrastruktur, memang mengalami perkembangan dari gedung A yang kapasitasnya masih terbatas, hingga di 2019, dan dipakai di 2020 untuk gedung B dan gedung C fakultas ekonomi,"papar Hanoeboen. 

Dari segi akademik, kata dia, mengalami perkembangan yang luar biasa.  Jumlah mahasiswa terus bertambah terus bertambah dan masa studi semakin pendek, dibandingman dulu yang dapat mencapai empat sampai lima tahun.

"Semakin hari semakin dikurangi. Sehingga mahasiswa dapat meningkatkan kualitas perkuliahannya. Masa studi adalah masa studi terjadwal yang harus ditempuh oleh mahasiswa sesuai dengan rentang waktu yang dipersyaratkan," ujar Hanoeboen. 


Ketua Pengelola Laboratorium Penelitian, Pengkajian, dan Pelatihan Ekonomi dan Bisnis periode 2021-2025, dan juga sebagai Ketua Senat di Febis Unpatti, Maria Kace Tupamahu mengaku, fakultas ini semakin hari semakin berkembang, dibandingkan dengan dulu. Sudah banyak perubahan.

"Mulai dari sisi sumber daya manusia yang sudah berkembang. Dosennya rata-rata sudah strata dua dan strata tiga. Dan semakin hari semakin bertambah serta model-model pembelajaran, yang semakin diperbaharui," tutur Maria. 

Febis Unpatti, kata dia, semakin meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tidak mengurangi perhatian terhadap kondisi mahasiswanya. 

Artinya, walaupun mahasiswa mempunyai latar belakang yang berbeda, apalagi dalam kondisi belum aman (Covid) ini, dosen tidak pernah memberikan penilaian secara gampangan. Proses perkuliahan berjalan dengan baik.

"Kita melakukan pembinaan dengan baik kepada mahasiswa. Walaupun dilakukan secara daring, sewaktu-waktu kita melakukan pertemuan dan ruangan-ruangan di sini dapat memfasilitasi pertemuan tersebut untuk mengajarkan mereka mata kuliah secara offline dengan tetap memperhatikan protkes yang ada," ujar Maria.

Ketika kelas dengan jumlah mahasiswanya banyak, kata dia, maka pihaknya dapat membagi kelas menjadi tiga bagian.  Dapat diatur oleh dosen mata kuliah tersebut agar tidak terjadi sebuah keramaian di dalam kelas. 

  "Ada sinergitas antar dosen yang muda dengan dosen senior. Dimana selalu kolaborasi, sehingga di Febis tidak ada keharusan yang senior yang lebih tahu," tutup Maria.(LMS)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai