MASOHI, AT. – Persoalan yang sempat memicu penutupan akses Jalan Lintas Seram (Trans Samasuru), Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya diselesaikan melalui dialog antara pemerintah dan masyarakat, Senin (14/9).
Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua DPRD Maluku Tengah, Kapolres Maluku Tengah, serta sejumlah anggota DPRD Malteng turun langsung menemui masyarakat Samasuru untuk mendengarkan aspirasi sekaligus mencari jalan keluar atas persoalan yang terjadi.
Dialog berlangsung secara terbuka. Masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan kepada pemerintah, sementara pemerintah daerah bersama unsur terkait berupaya mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.
Setelah dialog dan penyampaian aspirasi selesai, Wakil Bupati Mario Lawalata bersama Kapolres Maluku Tengah kemudian langsung membuka pemalangan jalan yang sebelumnya ditutup masyarakat sejak sekitar pukul 10.00 WIT.
Dengan dibukanya kembali akses tersebut, arus transportasi dan aktivitas masyarakat di sepanjang jalur Trans Samasuru kembali berjalan.
Mario menegaskan, penyelesaian persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak harus selalu berakhir dengan ketegangan. Menurutnya, ruang dialog harus menjadi jalan utama untuk menemukan solusi yang adil dan menjaga kepentingan bersama.
“Kalau ada persoalan, jangan jalan yang kita tutup. Mari kita buka ruang komunikasi. Pemerintah datang bukan untuk berhadapan dengan masyarakat, tetapi untuk mendengar dan mencari jalan keluar bersama,” kata Mario.
Ia menyampaikan, pemerintah menghargai sikap masyarakat yang telah memilih menyampaikan aspirasi melalui dialog. Menurutnya, keterbukaan antara masyarakat dan pemerintah menjadi modal penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
"Yang paling penting hari ini adalah kita sudah duduk bersama, saling mendengar dan mencari solusi. Jalan sudah dibuka, tetapi aspirasi masyarakat tetap harus kita bawa dan tindak lanjuti,” ujarnya.
Mario berharap, penyampaian aspirasi masyarakat ke depan dapat terus dilakukan melalui mekanisme komunikasi yang terbuka sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Samasuru, Pemerintah Provinsi Maluku, aparat keamanan, DPRD, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.
Pemkab menilai, keputusan untuk mengedepankan dialog hingga akhirnya akses Trans Samasuru kembali dibuka menunjukkan bahwa persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan komunikasi, ketenangan dan kepentingan bersama.
“Kita boleh berbeda dalam menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu memutus hubungan sebagai orang basudara. Jalan boleh dibuka kembali, tetapi komunikasi juga harus tetap terbuka,” tandas Mario. (AJ).
Dapatkan sekarang