MASOHI, AT.--Setelah melakukan kunjungan kerja Kabupaten Seram Barat dan Maluku Tengah, Ina Latu Maluku, Widya Pratiwi Murad, mengunjungi La Jumali alias Acamali di RSUD Masohi.
Setelah menuntaskan aktivitas kedaerahan, Widya yang secara kebetulan mendengar kabar pria dengan gangguan jiwa itu. Widya langsung menyempatkan diri mengunjungi La Jumali yang sedang menjalani operasi di ruang di RSUD Masohi, Maluku Tengah.
"Saya mendengar berita bahwa ada kejadian warga dari Maluku Tengah dibakar, kemudian menyempatkan waktu untuk bertemu bersama orang tua La Jumali," katanya kepada wartawan, Selasa (31/5).
Ia juga mendoakan agar proses operasi yang sedang dilakukan berjalan lancar, dan korban yang mengalami luka sekitar 80 persen dapat disembuhkan.
"Saat ini korban masih melakukan operasi dan lukanya hampir 80 persen, jadi saya singgah untuk menyantuni dan memberikan semangat kepada orang tua korban. Semoga korban diberikan kesembuhan oleh Allah SWT," imbuhnya.
Istri gubernur Maluku ini berharap kejadian yang dialami oleh La Jumali menjadi pertama dan terakhir, serta haram hukumnya terjadi di negeri raja-raja ini.
"Sebagai Ina Latu-nya Orang Maluku, saya berharap kejadian seperti ini angan sampai terulang lagi. Sebab kekerasan dalam bentuk apapun tidak pernah dibenarkan dalam hukum. Kasihan bukan hanya dia yang tersakiti namun keluarga dan orang tuanya juga," harapnya.
Ayah La Jumali, Ode Majiru saat ditemui Ketua TP PKK Maluku ini, mengungkapkan banyak terima kasih atas luangan waktu untuk bertemu dengan keluarga korban.
"Kami keluarga sangat terima kasih, atas kedatangannya. Semoga ibu dan rombongan diberikan kesehatan dan umur panjang," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, La Jumali alias Acamali mengalami luka bakar 80 persen, berdasarkan vonis dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi.
Kejadian naas ini di Masohi, depan toko Solo Indah dan toko Hero Sport, Kelurahan Ampera, Senin (30/5) pukul 08.30 WIT. Pelakunya Mahmud Refra.
Pagi itu, pelaku dari Pasar Binaya Masohi ke indekosnya di Kelurahan Ampera. Sesampainya di lokasi kejadian, ia bertemu dan menuding korban mencuri telepon genggam miliknya.
"Ose ambil beta HP (kamu mengambil HP saya),". Acamali tak menjawab.
"Beta bakar ose (saya bakar kamu)," Refra mulai emosional. Lekaki 31 tahun yang berprofesi sebagai nelayan, itu melayangkan dua pukulan ke tubuh Acamali.
Tak puas. Refra menyuruh Ejon, saudaranya, membeli satu liter bensin. Refra menyiramkan bensin itu ke sekujur tubuh Acamali dan membakarnya.
Acamali terbakar. Saat itu, Azis Pawe menyaksikan kejadian tersebut. Warga di sekitar lokasi kejadian membawanya ke RSUD Masohi.
Personil Polres Maluku Tengah telah menangkap pelaku dan menggali keterangan saksi. Meski begitu, masalah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Motinya emosional. Pihak pelaku dan korban (ayah kandung) bersepakat kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, dibuktikan dengan masing-masing membuat oernyataan di SPKT Polres Maluku Tengah. Pelaku bersedia membiayai pengobatan korban selama berada di Rumah Sakit,"jelas
Kabid Humas Polres Maluku Tengah lewat press release yang diterima Ambonterkini.id, Senin (30/5) malam. (dw)
Dapatkan sekarang