Warga : Mobil Sering Terperosok
AMBON, AT-Bertahun-tahun jembatan di Dusun Laala, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kondisinya cukup memprihatinkan. Jembatan sepanjang kurang lebih empat meter itu kondisinya rusak parah karena terbuat dari barang pohon kelapa.
Setiap harinya, jembatan ini dilewati masyarakat sekitar, ada ratusan orang lalu lalang melintasi jalur ini, termasuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Agar tetap terlewati warga menambal jembatan berlubang tersebut dengan batang kelapa yang baru.
Fadly, salah seorang warga Dusun Laala menerangkan, kondisi jalan di Dusun ini berlubang, ditambah jembatan yang sudah rusak bertahun-tahun, tapi belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaikinya.
"Jembatan yang bolong ini juga terjadi bertahun-tahun dan hingga saat ini belum ada perbaikan. Akibatnya sering terjadi kecelakaan di jembatan itu," ungkapnya kepada media ini, Rabu (14/6) siang.
Lanjut dia, beberapa hari lalu, ada mobil truk yang terperosok di atas jembatan itu karena ada batang kelapa yang patah.
"Kan jembatannya terbuat dari batang pohon kelapa, jadi kalau sudah lapuk, otomatis tidak bisa menahan beban, makanya bisa patah. Apalagi mobil truk dengan muatan penuh, " terangnya.
Sebagai masyarakat, ucap dia, diharapkan pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat segera sigap melihat kondisi seperti ini, dan semoga saja bisa segera diperbaiki dan jembatan bisa kembali baik dan bagus.
"Kalau jembatan ini rusak, maka dibangun dengan swadaya warga Dusun setempat. Tapi, kalau kondisinya terus seperti ini, maka bahaya tetap mengintai para pengendara karena batang kelapa itu bisa patah sewaktu-waktu, " katanya.
Lebih jauh dijelaskan, jembatan yang merupakan jalan alternatif masyarakat ini sudah beberapa kali diperbaiki.
"Selama ini perbaikan jembatan yang dilakukan masyarakat hanya seadanya dan tidak permanen menggunakan papan untuk lantai, sehingga lama kelamaan terkena panas dan hujan menjadi lapuk. Olehnya itu, harus dibuat permanen oleh para pengambil kebijakan yang di kabupaten ini, " pungkanya.
Sementara itu, Kasim, Sopir yang mengalami kecelakaan dijembatan itu menerangkan, jembatan ini sudah beberapa kali memakan korban.
"Beta sudah beberapa kali lewat jembatan ini dan baru kali ini salah satu bagian mobil yang dikendarainya masuk ke lubang jembatan tersebut, " ungkapnya.
Kasim bercerita, saat itu saya Ambon menuju Luhu mengangkut bahan bangunan berupa senk, batu kapur api hingga besi dengan menggunakan mobil truk, sampai di dusun itu hampir waktu subuh, saat melewati jembatan itu, bagian belakang mobil terperosok masuk ke dalam lubang jembatan.
"Mobil tidak bisa bergerak karena ban terperosok, saya pun meminta bantuan warga dusun agar ban mobil bisa diangkat dari lubang jembatan. Akhirnya, setelah beberapa jam, mobil bisa ditarik dan bisa melewati jembatan tersebut, " beberapa dia.
Jujur, tambah Kasim, kondisi jembatan ini sangat memprihatinkan dan membahayakan pengendara khususnya masyarakat yang hendak mengeluarkan hasil bumi dari Dusun Laala dan sekitarnya.
"Sebagai supir, kami berharap jembatan ini dibuat permanen, agar semua orang bisa rasa nyaman ketika melewatinya, " demikian Kasim. (CAL)
Dapatkan sekarang