KAIRATU,AT-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus bergerak cepat menata proses perbaikan mutu dan kualitas pendidikan disemua jenjang sekolah. Salah satu yang dilakukan adalah peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam pembelajaran literasi.
Proses peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam pembelajaran literasi mulai dilaksanakan di gugus Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Kairatu dan Kairatu Barat pada 26 -29 Agustus 2026.
Kegiatan Belajar Bareng Literasi KKG Kecamatan Kairatu dan Kairatu Barat ini diselenggarakan bersama Inovasi Untuk Anak Indonesia Kemitraan Australia Indonesia. Pesertanya terdiri dari kepala sekolah dan perwakilan guru SD di kecamatan tersebut.
Kegiatan tersebut juga dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB, Jafar Sidik, M.Pd. Ikut hadir juga sejumlah pejabat eselon III lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB, serta koordinator pendidikan di dua kecamatan tersebut.
Kegiatan yang diikuti sekira 57 peserta dan diselenggarakan di aula Korwil Kecamatan Kairatu (Gemba) melibatkan narasumber dari Inovasi yakni Mus Mualim, Yus Rizal, dan Tresye Kissyah, dan jugs pihak dinas pendidikan sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Kabupaten SBB, Jafar Sidik dalam sambutanya mengapresiasi Program INOVASI yang terus membangun kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah, khususnya dalam pembelajaran literasi.
"Kegiatan hari ini bukan sekadar kegiatan pelatihan. Bukan pula sekadar berkumpul, mendengarkan materi, kemudian selesai. Lebih dari itu, kegiatan ini harus kita maknai sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, lebih menyenangkan, lebih kontekstual, dan lebih berpihak kepada kebutuhan peserta didik," terangnya.
Ia mengatakan, literasi merupakan fondasi penting dalam pendidikan. Literasi adalah kemampuan untuk memahami, mengolah, menggunakan, mengevaluasi, dan mengomunikasikan informasi sehingga peserta didik mampu berpikir kritis dan mengambil keputusan secara tepat.
:Karena itu, kalau kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan, maka kita harus memperkuat literasi. Dan kalau kita ingin memperkuat literasi peserta didik, maka kita terlebih dahulu harus memperkuat kompetensi dan budaya literasi para guru," ingatnya.
Guru, kata dia, adalah kunci yang bukan hanya pengajar menyampaikan materi, tetapi juga teladan dalam membaca, berpikir, bertanya, berdiskusi, mencari informasi, dan terus belajar.
“Guru yang berhenti belajar akan sulit mengajak murid untuk terus belajar. Oleh karena itu, saya berharap kegiatan Belajar Bareng Literasi ini benar-benar menjadi ruang bagi guru untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan menemukan praktik-praktik pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing."
Selain itu, Jafar Sidik yang didapuk menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB belum sebulan ini juga menekankan pentingnya keberadaan KKG bukan hanya organisasi yang aktif ketika ada kegiatan administratif. :KKG harus menjadi rumah belajar bagi para guru," tekannya.
Sementara itu, Manejer Inovasi Provinsi Malulu, Mus Mualim salam amanahnya lebih menyorot dan menekankan tentang penguatan kompetensi guru melalui kegiatan KKG. (PRO)
Dapatkan sekarang