AMBON,AT-Teka-teki tentang insiden pemukulan salah satu staf DPRD Kota Ambon, serta adanya “Pesta” Minuman Keras (Miras) Jenis Sopi di Rumah Dinas (Rumdis) Ketua Dewan Mourits Tamaela pada Sabtu 26 Juli 2025 lalu akhirnya terjawab.
Dikabarkan sebelumnya Febri alias Jimbron yang merupakan salah satu pendamping komisi III, dihajar hingga babak belur dengan luka tujuh jahitan pada bagian wajah, oleh sekelompok orang yang diduga sedang meneguk miras di kediaman Rumdis Ketua DPRD Kota Ambon.
Mirisnya, Jimbron ketika terbangun setelah dipukul hingga pingsan, ia sudah tidak lagi berada di kawasan Rumdis Ketua Dewan di Karpan, melainkan sudah terkapar di kompleks Pondok Patty yang juga masih di area Karpan.
Terkait dengan adanya tudingan tersebut, Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela akhirnya buka suara melalui konferensi pers di Gedung A Baileo Rakyat Belakang Soya, Senin (4/8) kemarin.
Menghadirkan Jimbron disampingnya serta Sekwan DPRD Kota Ambon, Apries Gaspersz, politisi Nasdem ini membantah dirinya terlibat dalam insiden yang menimpa staf komisi III itu.
“Kejadian yang menimpa Jimbron pada saat Sabtu itu bukan kejadian di rumah dinas, dan tidak ada sangkut paut dengan saya maupun orang-orang di rumah dinas,”ungkap Mourits.
Menurutnya, saat hari kejadian kebetulan ada pekerjaan fisik pembangunan sarana-prasana oleh pihak ketiga di rumah dinasnya, sehingga pada saat itu cukup ramai.
Sementara menyangkut peristiwa yang menimpa Jimbron Mourits mengaku kaget mendengarnya sehingga pada saat itu juga ia menelepon korban namun tidak diangkat.
“Nah malamnya baru istrinya menyampaikan bahwa ada kejadian, dengan foto yang dikirimkan ke saya kalau Bu Jimbron di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,”ujarnya.
Tidak sampai di situ, Mourits mengaku, ia terus menggali informasi soal insiden tersebut dengan kembali menghubungi Jimbron yang bersangkutan masih dalam perawatan sehingga belum dapat info apa-apa.
“Keesokan baru berhasil menghubungi bung jimbron, dan saya tanya kejadian dimana dan sapa pelakunya, dia tidak tahu. Karena saya sebagai pimpinan koordinator di komisi III, saya sampaikan ke staf untuk bantu biaya pengobatan. Dan saya kira sudah selesai karena bung jimbron sudah msuk kantor, tapi tiba-tiba berita muncul,”terangnya.
Sementara itu, Jimbron dalam komentarnya mengaku tidak ingat sama sekali kejadian pemukulan terhadap dirinya. “Masalah kemarin itu saya tidak tahu apa-apa, waktu pemukulan tidak tahu terjadi di mana, hanya beta ingat pulang dari rumah dinas, lalu yang perna beta ingat hanya bawa minuman (sopi) terakhir itu saya ingat itu,”singkatnya.
*KONSUMSI MIRAS DI RUMDIS*
Sebelum insiden pemukulan yang dialami oleh Jimbron, ia dikabarkan pergi ke Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Ambon, diminta membeli Minuman Keras Jenis Sopi untuk Mourits Tamaela.
Miras tersebut hingga saat ini diduga menjadi penyebab adanya insiden yang menimpa Jimbron, sehingga menyebabkan luka tujuh jahitan pada bagian wajah.
Dikabarkan bahwa, minuman keras yang dibawah Jimbron atas permintaan Mourits Tamaela itu diminum bersama sekelompok orang di Rumah Dinasnya.
Mengenai hal tersebut, Mourits tidak menampik saat kejadian (Sabtu 26 Juli 2025), suasana di Rumah Dinasnya cukup ramai karena ada para pekerja yang membangun sarana-prasarana.
Ia juga tidak mengelak bahwa dirinya memesan minuman keras dari salah satu stafnya melalui Jimbron untuk dibawa ke Jakarta pada Sabtu 26 Juli 2025.
“Tapi saya tidak jadi berangkat, karena pada jam 12.00 WIT itu saya dapat kabar kalau tiket kelas bisnis maupun ekonomi sudah habis. Makanya besoknya (Minggu) baru berangkat,”terangnya.
Karena tidak jadi berangkat, kata Mourits, minuman berjumlah dua botol yang dipesan dari Jimbron untuk dibawa ke Jakarta diberikan kepada para pekerja di rumah dinasnya.
“Jadi minuman dua botol yang saya pesan itu saya kasih ke mereka. Karena kondisi hujan, orang Ambon bilang bikin panas, dan bung jimbron juga ada,”beber Mourits.
Setelah minuman tersebut diberikan, ungkapnya, dirinya juga sempat meneguk Miras bersama para pekerja. “Saya teguk satu kali lalu pergi mandi dan makan,”terangnya.
Disinggung mengenai ada kabar beredar bahwa miras yang dikonsumsi di rumah dinasnya bukanlah dua botol melainkan sembilan botol, Mourits kembali membantah.
“Saya tidak terlihat jauh dalam proses minum (miras di Rumdisnya). Yang jelas dua botol pertama itu saya yang serahkan langsung habis tidak ada yang disimpan,”paparnya.
“Kalau jumlah sembilan botol sebagaimana yang disampaikan saya tidak tahu, mereka yang lebih tahu. Tapi tidak ada keributan dan ketegangan yang berkaitan dengan Bu Jimbron dan orang-orang di rumah saya,”tandasnya.(Enal)
Dapatkan sekarang