AMBON, AT-Ratusan rumah warga, jalan raya, hingga sejumlah area perkantoran di Desa Waefusi, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan terendam banjir menyusul hujan deras yang terjadi sejak dua hari terakhir.
Banjir yang datang secara tiba-tiba itu membuat 114 kepala keluarga atau 718 jiwa harus mengungsi untuk mencari tempat perlindungan yang aman.
Aparat kepolisian dari Polres Buru Selatan dan Polsek Namroe serta aparat TNI dari Yonfif Kompi D 731 Kabresi dikerahkan ke lokasi banjir untuk mengevakusai warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan, Hadi Longa yang turun langsung untuk melihat kondisi msyarakat di lokasi bencana banjir mengatakan, kawasan ini (Desa Waefusi) merupakan salah satu desa di Kecamatan Namrole yang hampir setiap tahun terendam banjir karena meluapnya sungai Waetina yang berada tidak jauh dari desa tersebut.
“Hampir setiap musim hujan atau cuaca ekstrim desa ini dilanda banjir,” akuinya kepada media ini, Rabu (31/5) sore.
BPBD Buru Selatan, kata Longa, telah mengambil langkah-langkah guna membantu masyarakat desa Waefusi yang tertimpa bencana banjir.
“Saat ini yang kita lakukan adalah melakukan evakuasi masyarakat, karena kondisi hujan akibat cuaca ekstrim masih berlangsung. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah kabupaten, tidak mau mengmbil resiko untuk membiarkan masyarakat tinggal di desa tersebut dengan kondisi cuaca ekstrim yang saat ini lagi melanda wilayah Maluku termasuk di Kabupaten Buru Selatan.
“ Kita minta supaya semua warga untuk mengungsi. Hanya satu atau dua orang saja yang dipercayakan untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan. Ini demi keselamatan ratusan masyarakat yang ada di desa itu,” ujarnya menutup pembicaraan.
Daton Kompi Senapan D 731 Kabaresi, Letda Inf Sarjono yang turun langsung di lokasi bencana dalam arahnya kepada masyarakat Desa Waefuisi mengatakan, kehadiran satuanya di desa itu untuk mengevakuasi warga masyarakat.
“ Kita hadir disisni untuk membantu mengevakuasi masyarakat. Olehnya itu masyarakat harus memahami kondisi cuaca saat ini. Ditakutkan ketika hujan deras dan sungai melaup lagi maka risikonya sangat besar untuk keslamatan masyarakat ," ungkapnya.
Olehnya itu, Sarjono meminta kepada masyarakat yang sudah lanjut usia, ibu-ibu agar bisa memahami kondisi dan situasi saat ini.
“Cuaca ekstrim saat ini masih berlangsung. Kita harus tetap ikhtiar dan waspada. Lebih baik kita cari tempat yang aman dulu untuk melindungi diri dari bahaya banjir,” harapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Camat Namrole, Kirman Sooulisa. Soulisa berharap agar bisa mengikuti apa yang disampaikan oleh pemerintah daerah.
“Karena saat ini kondisi cuaca ekstrim masih berlangsung. Olehnya itu masyarakat terutama orang tua yang sudah usia lanjut agar mengungsi di tempat yang nantinya disediakan oleh pemerintah daerah,” singkatnya.
Penjabat Kepala Desa Waefusi, Ali Soulisa meminta kepada masyarakatnya untuk sementara waktu mengungsi di lokasi atau daerah yang di rasa aman.
“Untuk semua warga Desa Waefusi, saya minta untuk sementara waktu tolong mengungsi di tempat yang aman, karena kondisi saat ini tidak aman untuk keslamatan kita semua,” pintanya.
Soulisa juga berharap, ada dukungan dan topangan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana banjir.
”Saya sangat mengharpkan dukungan dan bantuan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana banjir di desa ini, " harapnya.
Soulisa mengaku akibat banjir itu ada kurang lebih 100 rumah warga yang terendam banjir dengan 114 keluarga atau 718 jiwa. Sementara ada sejumlah fasilitas umum yang ikut terendam yakni sekolah, Puskemas Pembantu, kantor desa hingga Masjid.
“Saya menyampaikan terimakasih kepada BPBD Buru Selatan, aparat TNI/Polri dan semua pihak yang tanggap dan cepat turun untuk membantu masyarakat,” tutup dia.
Irma, salah seorang warga Desa Waefusi mengaku, banjir yang terjadi sekira pukul 08:00 Wit Rabu (31/5) lebih besar dibandingkan dengan banjir sebelumnya.
“Kalau banjir tahun 2020 tidak seperti yang terjadi saat ini. Banjir saat ini sangat besar, karena meluapnya sungai Waetina dan juga Sungai Waebolo,”ungkapnya.
Ditambahkan, hujan desain dengan intensitas tinggi membuat air di dua sungai itu meluap meluap dan menggenangi seluruh rumah warga.
"Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Banjir datang secara tiba-tiba sehingga masyarakat tidak bisa mengamankan perabot rumah sehingga ikut terendam banjir. Kami harap ada bantuan dari pemkab kepada korban banjir, " kuncinya.
Sementara itu pantauan media ini, untuk membantu penanganan darurat, pemerintah daerah membuka posko atau dapur umum sementara di rumah penjabat desa Waefusi dan juga rumah pejabat Desa Lektama. Tahap awal BPBD telah menyalurkan 700 lebih nasi bungkus untuk korban banjir Desa Waefusi. Bahkan direncanakan SPM 02 Satap Lektama akan dijadikan sebagai tempat mengungsi ratusan masyarakat Desa Waefusi. (ESI)
Dapatkan sekarang