MASOHI, AT- Tiga hari terputus, jembatan Kawanua, Negeri Saunulu Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah, belum juga dilalui, warga harapkan lalu lintas kembali normal.
Sejak dihantam hujan selama sehari, menyebabkan jembatan terpanjang di Negeri Saunulu Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah roboh. Kejadian tersebut lantas menyebabkan jalur transportasi lintas seram lumpuh total.
Sejumlah warga yang hendak ke Kota Masohi, harus rela menyebrangi laut menggunakan longboat.
Salah satu tokoh pemuda Negeri Yaputih, Kecamatan Tehoru, Muhamad Nur Amin kepada Ambon Ekspres mengatakan setelah jembatan Kawanua terputus, sejumlah warga dari Kecamatan Telutih maupun Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), ataupun sebaliknya, memilih melewati jalur laut.
"Nanti setelah sampai di Negeri Tehoru, kita naik lombot atau katinting dari Tehoru kalau tidak dari Dusun Mahu ke Negeri Yaputih, di seberang," katanya melalui telepon seluler.
Pasalnya tidak ada jalan lain, dikarenakan kondisi arus sungai Kawanua terlalu deras serta memiliki kondisi sungai cukup dalam, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan.
"Ini satu-satu akses kalau kami mau ke Kota Masohi, ataupun sebaliknya," jelasnya.
Halima Hayoto juga mengungkapkan hal sama, katanya jika hendak ke Masohi, dirinya akan naik mobil dari Negeri Laimu, kemudian menggunakan longboat ke Negeri Tehoru, kemudian naik mobil lagi dari Tehoru ke Masohi.
"Kami naik katinting bayar Rp 25 ribu sekali naik, setelah itu baru naik mobil lagi ke Masohi," ucapnya.
Hayoto berharap Pemerintah Daerah segera mengambil langkah tepat, agar masyarakat dapat beraktivitas sebagaimana mestinya.
"Semoga pemerintah cepat buat jalur alternatif agar transportasi di jalur tujuan Kecamatan Telutih maupun sebaliknya normal lagi," harapnya.
Selain itu, setelah mendengar kabar ambruk sebagian badan jembatan Kawanua, Direktur Pembangunan Jembatan, Dirjen Binamarga Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Republik Indonesia, Budi Harimawan Sumihardjo lansung terjun ke lokasi guna mengamati kondisi jembatan tersebut, Rabu (12/7) kemarin.
Kunjungan tersebut didampingi Kasubdit Wilayah III Direktorat Pembangunan Jembatan, Dirjen Binamarga Kementerian PUPR RI, Heri Yugiantoro, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku S. Bambang Widyarta dan Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol.
Setelah melihat kondisi jembatan yang ambruk, Budi pastikan pekerjaan jembatan darurat segera dilakukan, dan diperkirakan akan memakan waktu sebulan jika kondisi cuaca memungkinkan.
"Pembangunan jembatan darurat wai Kawanua mungkin akan selesai sebulan menggunakan bailey," ucapnya kepada sejumlah awak Media di Tehoru.
Budi juga meyakinkan bahwa pihaknya melalui BPJN Maluku akan membangun jembatan dua bentangan jembatan permanen selama empat bulan, jika hal itu didukung oleh kondisi alam.
"Kami kondisi alam memungkinkan, kami yakin akan membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk tuntas dikerjakan," imbuhnya.
Dirinya juga memastikan rangka jembatan darurat tersedia dan secepatnya akan didistribusikan ke Kawanua untuk pemasangan bailey.
"Kami akan bangun (Bailey) secepatnya, " tutup dia.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol mengatakan sejak Senin (10/7), pihaknya telah melakukan pembersihan sejumlah material banjir bandang berupa akar dan batang pohon yang tertahan di bawah jembatan kini mulai dibersihkan.
Berbekal mesin dan sejumlah, petugas BPJN Maluku telah membersihkan material banjir dari lokasi yang akan dibangun jembatan darurat.
Hal ini dilakukan tak lain untuk mempersiapkan pembuatan jembatan bailey (darudat) agar akses warga dan kendaraan bisa dilewati. Pasalnya ambruknya jembatan Kawanua jelas membuat akses transportasi darat menjadi lumpuh total. Belum lagi mobilisasi bahan pokok juga menjadi masalah utama karena tidak bisa dimobilisasi.
Leuwol, kepada media ini mengatakan, kini petugas sudah mulai melakukan pembersihan material banjir di aeral jembatan Kawanua dan untuk pembuatan jembatan bailey (darurat), pihaknya sudah mempersiapkan rangka jembatan bailey dan alat berat yang akan diangkut dan dibawa ke lokasi jembatan kawanua untuk segera dibangun.
"Jadi kini kami dari BPJN Maluku sementara membersihkan material banjir, dan untuk rangka jembatan bailey juga sudah disiapkan dan segera diangkut ke lokasi. Kami masih tetap berada di lokasi untuk mempersiapkan semuanya agar akses transportasi bagi warga bisa secepatnya berjalan Kembali walau melalui akses Jembatan Bailey," tutupnya. (DW).
Dapatkan sekarang