Bagan Apung Fiberglass di Negeri Morella Diresmikan
Admin
11 Oct 2022 18:18 WIT

Bagan Apung Fiberglass di Negeri Morella Diresmikan

AMBON,AT.--Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekonomi masyarakat subsisten, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama Kodam XVI/Pattimura, menyelenggarakan kegiatan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. 

Salah satu bentuk pendampingan tersebut adalah peresmian program sosial Bank Indonesia, berupa bantuan bagan apung fiberglass untuk kelompok nelayan Lawamena Haulala. 

Bantuan bagan apung tersebut diresmikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, Selasa (11/10). Bagan ini akan digunakan kelompok nelayan Lawamena Haulala dalam rangka membangun negeri untuk kawasan terintegrasi di negeri setempat. 

Selain pemberian bagan apung, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku juga melakukan penyelarasan pengembangan kelompok subsisten (masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat lintas kelompok, kelompok rentan) - pentas seni adat, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Cinta, Bangga, Paham (CBP) - kas keliling Bank Indonesia.

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekda Sadali Ie, menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada BI Provinsi Maluku dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, melalui bantuan program ekonomi masyarakat berupa bantuan bagan apung fiberglass.

"Bila Maluku memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang meliputi potensi perikanan tangkap, budidaya serta potensi yang terdapat pada wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Potensi ini merupakan tumpuan harapan pemerintah daerah untuk menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor unggulan yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi, serta menurunkan angka kemiskinan dan menyerap tenaga kerja," katanya. 

Lebih lanjut, dikatakan, penyerahan bantuan ini merupakan sinergi dan kolaborasi pemerintah daerah provinsi Maluku, bersama TNI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Unpatti Ambon dan seluruh pemangku kepentingan, dalam pengembangan potensi kelautan dan perikanan di provinsi Maluku khususnya di Negeri Morella.  

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Bakti Artanta, mengatakan, pengembangan kawasan terintegrasi di Negeri Morela adalah untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM yang baru muncul atau masih dalam level keluarga seperti UMKM Sagu Tumbu dan UMKM di sektor perikanan.

Dengan begitu, para pelaku UMKM sudah bisa mencatat laporan keuangan usaha dan mengemas produk dengan tampilan yang bervariasi dan menarik agar bisa dijual di Kota Ambon, maupun kota lainnya di Indonesia. 

"Tadi saya dengar dari Pak Sekda dan Pak Kasdam, bila sagu tumbunya enak. Saya juga nyoba, enak. Karena UMKM itu, mau subsinten atau apapun, itu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi," kata Artanta.

Meski begitu, sambung Artanta,  pihaknya telah berupaya melakukan pengembangan kawasan integritasi, namun mereka tetap berikhtiar tentang adanya kemungkinan melonjaknya inflasi di Maluku. Mengingat, meskipun Maluku memiliki potensi laut yang besar, namun dari potensi besar inilah merupakan salah satu sumber inflasi.

Inilah yang menjadi alasan prioritas, kenapa pihaknya memberikan kontribusi di sektor perikanan.

"Makanya kami mengadakan pengembangan dengan bantuan bagan apung agar produktivitas nelayan bisa dikembangkan yang berdampak terhadap peningkatan nelayan dan perekonomian desa, bahkan bisa membantu penyediaan stok ikan di Maluku khususnya Kota Ambon," ujarnya. 

Sedangkan Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Asep Abdurachman, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan mendukung terealisasinya penyerahan bantuan dimaksudkan. 

Dirinya, meminta agar masyarakat, khususnya para nelayan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan hasil kekayaan alam Maluku, dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal, yang dapat memberikan manfaat dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. 

"Saya minta kepada kelompok nelayan, bisa memanfaatkan dan merawat bagan apung ini dengan sebaik-baiknya, agar mampu menopang ekonomi masyarakat," jelasnya.

Raja Negeri Morella, Fadil Sialana, mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia dan seluruh stakeholder yang ikut membantu dalam pengembangan ekonomi pasca wabah Covid-19. 

"Negeri morella, merupakan negeri adat yang mempunyai berbagai macam kesenian adat. Dan memiliki UMKM yang dapat diperhitungkan, karena berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Pada kesempatan ini, Penjabat Sekda menyerahkan bantuan kepada perwakilan kelompok nelayan Lawamena Haulala, berupa kapal untuk menarik bagan apung dan seedboat berukuran 12x1,5 meter, mesin kapal 40 PK, 6 ball tali jangkar ukuran 22 mm, 30 buah cool box dan jaring tangkap. 

Turut hadir, Aisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Meikyal Pontoh, Asisten Administrasi Umum Setda Maluku Habiba Saimima, Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP), Hadi Basalama, sejumlah perwakilan OPD Pemkab Malteng,  Pemerintah Negeri Morela, tokoh adat/masyarakat dan undangan lainnya. (LMS)

 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai