AMBON,AT-Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadis Perindag) Kota Ambon, Josias Loppies mengatakan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), masih terus berlangsung hingga di awal bulan Desember ini.
Menurutnya, GPM tersebut dilaksanakan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan dan menekan inflasi di Kota Ambon, jelang perayaan Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari 2025 mendatang.
"GPM masih terus kita laksanakan hingga diawal Natal nanti. Kan GPM ini untuk menstabilkan harga bahan pokok sekaligus dalam upaya untuk menekan inflasi yang ada di Kota Ambon,"kata dia kepada wartawan disela-sela kegiatan tersebut, Selasa (3/12).
Dikatakan, kegiatan GPM ini dilaksanakan seperti biasa.
"GPM ini akan digelar di jalan Pantai Mardika tepatnya di depan pintu masuk PDAM dan Kodam mulai pukul 08.00 WIT sampai selesai,"ujarnya
Mantan Kasat Pol PP Kota Ambon ini mengaku, barang yang dijual di GPM seperti Beras Premium Rp.65 ribu per 5Kg, Beras SPHP Rp.61 ribu per 5 Kg.
"Minyak Goreng Rp 15 ribu per botol, Bawang Merah Rp.35 ribu perKg, Bawang Putih Rp. 33 ribu perKg, Telur Rp.53 ribu per rak, Gula Pasir Rp.16 Ribu per Kg, Cabe rawit Rp. 40 ribu per Kg, Sayur Rp.6 ribu per ikat dan ikan Rp.15 ribu/tumpukan,” jelasnya.
Ditegaskan, GPM yang rutin digelar ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Dikatakan, masyarakat juga dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan roda perekonomian daerah.
“Lewat GPM ini pemerintah hadir guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, juga untuk pengendalian laju inflasi secara berkelanjutan” tambahnya.
Dirinya berharap, program yang dilaksanakan tiap pekan ini akan dapat dimanfaatkan oleh warga kota dalam memenuhi kebutuhan pangan, dibawah harga pasaran.
"Pemkot melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ambon terus berkoordinasi dengan semua pihak sehingga ketersediaan dan harga pangan tetap terkendali dan kegiatan ini berlangsung tidak hanya saat ini, namun secara kontiniu," tambahnya.
Untuk diketahui, pada bulan Oktober lalu, Kota Ambon mencatat Deflasi Tipis Sebesar 0,10 persen atau month to month. (Ars)
Dapatkan sekarang