Haumase : Dia Masih Atlet Maluku
AMBON,AT-Satu tahun menjelang PON (Pekan Olahraga Nasional) adalah waktu yang baik bagi atlet-atlet potensial dari Maluku untuk segera memutuskan menerima tawaran pindah ke provinsi lain atau tetap berjuang membela panji Seribu Pulau di PON ke-21 di Sumut-Aceh Tahun 2024 mendatang.
Inilah fenomena nyata yang melanda pengurus berbagai cabang olahraga di Maluku. Bahwa menjelang PON banyak atlet potensial binaannya pindah ke provinsi lain yang bonusya jauh lebih tajir.
Fenomena seperti ini bukan rahasia umum lagi di Maluku. Lihat saja PON di Papua tahun 2021 lalu, ternyata ada atlet Maluku yang membela provinsi lain, seperti Jawa Barat dan Papua Barat.
Terkini, hal serupa juga terjadi, salah seorang atlet dayung potensial asal Maluku sudah resmi berlabuh di Sulawesi Tengah (Sulteng). Dia adalah Asuhan Patiiha. Patiiha sendiri merupakan peraih medali emas PON XX Papua.
Patiiha tidak sendiri, ia hijrah bersama sang pelatihnya, Franky setelah terjadi kesepakatan antara Kelompok Kerja (Pokja) Sulteng Emas PON 2024.
Dari data yang diterima media ini, mutasi atlet dayung asal Maluku tersebut digagas Kelompok Kerja Sulawesi Tengah Emas PPN 2024. Mereka melakukan penandatanganan untuk meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024.
“Atlet dayung atas nama Asuhan dan pelatihnya atas nama Franky terhitung hari ini (19 April 2022) sudah resmi menjadi atlet dayung Provinsi Sulawesi Tengah. Artinya, Patiiha akan membela Sulteng pada PON tahun depan,” ringkas sumber, Rabu (16/8).
Terpisah, Ketua Satgas Pra PON Maluku, Janje Haumase tidak menampik hal itu. Haumase mengaku kaget karena sang atlet pindah tanpa izin dari Pengprov maupun KONI Maluku.
“Benar, Pattiha sudah pindah (ke Sulteng). Kami sangat prihatin dengan potensi kehilangan atlet berbakat ke provinsi lain. Saya tidak tahu penyebab atau alasan sehingga memilih Sulteng,” ungkap Haumase.
Haumase pun menjelaskan, mutasi atau perpindahan atlet tidak bisa asal dilakukan dan harus sesuai peraturan atau mekanisme yang sudah ditentukan.
“Olehnya itu, untuk atlet baru atau atlet yang sudah ada di salah satu provinsi yang pernah mengikuti Kejurnas itu tidak akan mungkin pindah ke provinsi yang lain atau dia sudah masuk dalam data base-nya salah satu provinsi itu tidak akan mungkin pindah. Jadi, bagi kami, Pattiha masih atlet Maluku,” jelasnya.
Haumase yang juga wakil Ketua KONI Maluku ini masih tetap optimistis, Pattiha tetap membela Maluku di PON Aceh-Sumut nanti.
“Apabila Patiiha membela Sulteng di PON, maka KONI Maluku akan tetap melakukan keberatan ke KONI Pusat maupun ke PB PON Aceh-Sumut. Intinya, Patiiha masih berstatus sebagai atlet dayung Maluku, " tegas Haumase menutup pembicaraan. (CAL)
Dapatkan sekarang