Asprov PSSI Maluku Tak Ingin Sepakbola Indonesia Kena Sanski FIFA
Sofyan Lestaluhu, Ketua Asprov PSSI Maluku bersama Ratu Tisha, Wakil Ketua PSSI----Istimewa
FaizalLestaluhu
29 Mar 2023 14:03 WIT

Asprov PSSI Maluku Tak Ingin Sepakbola Indonesia Kena Sanski FIFA

Sofyan : Cerita di 2015 Jangan Terulang Lagi

AMBON,AT-Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia  (Asprov PSSI) Maluku  tidak ingin sepakbola Indonesia dikenai sanksi oleh Federation International Football Association (FIFA) pasca penolakan terhadap Timnas Israel hingga  pembatalan drawing Piala Dunia U-20 di Bali.

"Saya  berharap hal itu (sanski) tidak terjadi," kata Sofyan Lestaluhu, Ketua Asprov PSSI Maluku saat bincang-bincang dengan media ini di Tulehu, Rabu (29/3/2023).

Pasalnya, menurut Lestaluhu, saat ini sepakbola Indonesia sedang naik daun. Hal itu terlihat dari Timnas Indonesia berhasil masuk ke Piala Asia, setelah 15 tahun absen. Apalagi Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20 di tahun ini.

"Seluruh Asprov Indonesia yakin dan percaya Ketua Umum PSSI dapat mengambil langkah-langkah baik, agar Indonesia tidak diberikan sanksi oleh FIFA," ujarnya.

Disamping itu, jebolan UKI Jakarta ini juga berharap, Plt Menteri Pemuda Olahraga, PSSI, dan seluruh pemangku-pemangku kepentingan agar dapat memperjuangkan sepakbola di Indonesia.

"Kami doakan, semoga para pemangku kepentingan itu tetap dalam keadaan sehat dan semangat. Kita sebagai bangsa yang besar, harus membangun komunikasi untuk mencari solusi terbaik karena event ini sangat jarang terjadi,” ujar mantan Sekjen Asprov PSSI Maluku ini.

Sofyan pun berpendapat, penolakan partipasi Timnas Israel di Piala Dunia U20 2023 mengancam pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah dan konsekuensi berat ke masa depan persepakbolaan nasional itu sendiri.

"Kan hari Minggu lalu, PSSI telah mengumumkan bahwa FIFA telah membatalkan salah satu tahapan turnamen, yakni drawing Piala Dunia U20 2023. Pembatalan ini lantaran  penolakan dari sejumlah pihak. Artinya,  kalau FIFA sudah membatalkan salah satu tahapan Piala Dunia U20, berarti memang sudah ada cedera, cedera komitmen," nilai Sofyan.
 
Disinggung jika Piala Dunia U-20 dibatalkan? Sofyan berujar, Indonesia berpotensi dikucilkan dari ekosistem sepakbola dunia. Hukuman tersebut berimplikasi serius karena akan membuat aktivitas sepakbola Indonesia tidak mendapat pengakuan dari FIFA.

"Semua pecinta sepakbola pasti masih ingat kala Indonesia mendapat sanksi  2015 silam, saya khawatir hal itu bisa terjadi di tahun ini," ujarnya.

Meski begitu, Sofyan  masih tetap berharap Indonesia akan  tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

”Jadi, semua opsi harus dilakukan guna menyelamatkan Indonesia dari sanksi. Kami tidak mau cerita di 2015 tersebut (banned FIFA) terulang lagi," tutur dia. 

Kata Sofyan, semua sektor bisa hancur  jika Piala Dunia U20 benar-benar batal digelar di Indonesia. 

“Sudah pasti, semua bentuk investasi hancur berantakan, bukan hanya pemain, investor, semua kena imbas,"  jelasnya.

Diakhir pembicaraan,Sofyan berharap,  Piala Dunia U20 ini bisa menjadi cermin bahwa sepakbola Indonesia memiliki kualitas yang hampir sama dengan negara-negara lainnya. 

"Dengan event ini,  kita bisa memahami pentingnya kolaborasi perkembangan pelatih hingga  infrastruktur sehingga kita mampu bersaing di kancah internasional,” tutup suami dari Maya Marasabessy ini.(CAL)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai