Angka Stunting Turun, Pemkot Ambon Genjot Sinergi Lintas Sektor
QuBisaAdmin.com
27 Apr 2026 08:25 WIT

Angka Stunting Turun, Pemkot Ambon Genjot Sinergi Lintas Sektor

AMBON,AT--Angka stunting di Kota Ambon terus mengalami penurunan dan kini berada pada kisaran belasan persen. Meski menunjukkan tren positif, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tetap berkomitmen menekan angka tersebut hingga mencapai target yang ditetapkan.

Wakil Ketua TPPS Kota Ambon, Felicia Maria Wattimena, menegaskan bahwa upaya penurunan stunting membutuhkan kerja kolaboratif lintas sektor. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus berhenti saling menyalahkan dan lebih fokus pada langkah pencegahan serta intervensi terhadap faktor penyebab stunting.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita serius melakukan pencegahan dan intervensi terhadap faktor penyebab stunting. Tren penurunan di Ambon memang belum signifikan, tetapi penurunan satu atau dua persen sudah menunjukkan bahwa intervensi berjalan,” ujarnya.

Ia menambahkan, partisipasi TPPS harus ditingkatkan hingga ke tingkat kecamatan, desa, negeri, dan kelurahan. Setiap kegiatan evaluasi di lapangan juga harus didokumentasikan dan dilaporkan sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan stunting.

“Kalau ada rapat evaluasi di desa atau kecamatan, harus didokumentasikan dan dilaporkan. Kami butuh bukti bahwa penanganan dilakukan secara serius,” tegasnya.

Selain itu, Wattimena menyoroti pentingnya sinkronisasi data antar perangkat daerah. Perbedaan data antara OPD, Bappeda-Litbang, dan TPPS dinilai masih menjadi kendala dalam menentukan intervensi yang tepat sasaran.

“Masalah utama kita ada di data. Harus ada data by name by address yang jelas, termasuk faktor penyebab stunting, agar intervensi bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga menekankan perlunya pemisahan data antara anak stunting yang merupakan warga Kota Ambon dan yang berasal dari luar daerah. Untuk itu, kader Posyandu dan petugas kesehatan diminta melakukan pendataan identitas orang tua secara lebih akurat, termasuk melalui KTP.

“Kita tetap melayani semua anak, tetapi untuk pendataan harus jelas. Anak yang bukan warga Ambon harus dipisahkan datanya,” katanya.

Wattimena optimistis target penurunan stunting di Kota Ambon dapat tercapai, bahkan menuju nol kasus, apabila seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi dan sinergi.

“Ini kerja besar kita bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita bisa menurunkan angka stunting sesuai target pemerintah,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memastikan tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas sebagai generasi masa depan.

“Anak-anak ini tidak akan menjadi generasi hebat tanpa dukungan kita semua. Mari bekerja bersama demi masa depan Ambon yang lebih baik,” pungkasnya.

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai