Angka Prevalensi Stunting di Bursel Turun 35,5 Persen
Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Elieser Selsily saat menyerahkan alat timbangan Antrimetri dan meninjau pelayanan Posyandu usai melauncing Intervensi Serentak Dalam Pencegahan Stunting di Buru Selatan yang dipusatkan di Desa Fatmite Kecamatan Namrole, kemarin.--Edy/AT.
FaizalLestaluhu
09 Jun 2024 19:24 WIT

Angka Prevalensi Stunting di Bursel Turun 35,5 Persen

NAMROLE,AT-Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Elieser Selsily mengatakan, Buru Selatan masih menjadi  Kabupaten dengan angka  stunting tertinggi di Maluku  tahun 2022 lalu yakni 41,68 persen. Namun   pada tahun 2023  Bumi Lolik Lalen Fedak Fena  ini mengalami  penurunan  prevalensi  stunting  sebesar 35,5 persen. Angka tersebut  lantas tak dapat  menjadikan  kita  berbangga diri. Tangungjawab   kita bagi  generasi Buru Selatan  menjadikan  kerja keras  dan kepedulian kita  untuk  memulihkan stunting  di bumi  tercinta  ini  haruslah bersumber  dari tiap  nurani  dan  rasa cinta  akan masa depan putra-putri daerah Buru Selatan. Demikian hal ini disampaikan Selsily dalam sambuatnya saat membuka Launcing Intervensi Serentak  Dalam Pencegahan Stunting  di Bursel  yang berpusat di Kantor Desa Fatmite kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan Sabtu (8/6)  kemarin. 

Saat ini, kata Selsily,   stunting  masih menjadi   musuh  bersama kita, sehingga terbitlah  surat  edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)   mengenai pelaksanaan  kegiatan intervensi serentak  pencegahan stunting  didaerah dengan  memastikan 10 aksi pasti dapat terlaksana  dengan baik di tiap Posyandu. 

Untuk itu, setiap sasaran diantaranya, Balita/Baduta ibu hamil, ibu nifas dan calon pengantin  harus dipastikan datang ke Posyandu  tanpa terkecuali.

Karena nantinya, lanjut Selsily  Tim TPPS juga akan memonitoring  tiap pelaksanaan Posyandu, sehingga pihak desa dan Puskesmas  wajib memastikan tiap aspek  Posyandu  terlaksana  dengan penimbangan menggunakan antropometri  terstandar, PMT penyuluhan bergizi seimbang, memastikan seluruh  sasaran teredukasi serta memastikan  pencatatan hasil Posyandu segera terinput  pada data E-PPGBM.

“Saya  ingin menekankan bahwa Pemkab Bursel sangatlah serius  dalam memulihkan daerah kita ini  dari stunting, sehingga TIM TPPS  serta para pihak dan staholder lainnya  perlu menguatkan lagi komitmen dan kesepahaman bersama,” katanya mengingatkan. 

Mantan wakil  ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan ini   berharap  kepada Tim TPPS  untuk tetap memantau pelaksanaan  Posyandu .

“Untuk Bappeda  tetap memantau dan mengevaluasi  tiap pelaksanaan intervensi  serentak,  Dinas KP2KB memastikan setiap layanan intervensi spesifik  tepat sasaran, Dinas PMD memastikan  tiap kepala desa menggunakan dana desa  dengan tetap dalam pelayanan Posyandu , Dinas Sosial dan PUPR   untuk memastikan bantuan sosial kepada  tiap keluarga  beresiko stunting , serta  sejajaran TPPS  lainnya untuk tetap besinergi  dan berkolaborasi dalam pelaksanaan intervensi  serentak  ini,”tegasnya.

Dikatakannya,  pelaksanaan  intervensi serentak  pencegahan stunting  ini akan dilaksanakan  selama bulan  juni ini mengikuti jadwal Posyandu   tiap daerah kabupaten,  yang kemudian akan di tindaklanjuti dalam evaluasi bulan Juli nantinya, sehingga dalam pelaksanaan posyandu  baik/ ibu OPD terkait  serta para  pihak lainnya harus  mengnjungi dan  memantau  pelaksanaan Posyandu  dimanapun berada. 

“Kita semua perlu   berperan dalam  pelaksanaan  intervensi serentak  ini. Jadikan  Posyandu sebagai  langkah awal  memulihkan  desa kita dari stunting.  Mari bersama  cegah stunting, mari baku kele wujudkan  generasi  emas  Buru Selatan,” tandasnya. 

Sementara itu Plt  Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DKP2KP) Wa Yeni  mengatakan, tujuan  kegiatan ini adalah untuk  sama-sama dengan semua stakholedr terkait menurunkan anggka tunting di Bursel.

“Kegiatan ini dibiayai dengan anggaran DIPA Kabupaten Buru Selatn serta anggaran yang bersumber dari dana desa (DD)  desa Fatmite kecamatan Namrole,” singkatnya. 

Ikut hadir dalam kegiatan itu Sekda Buru Selatan  Ruslan Makatita,  Asisten II Setda Bursel Hadi Longa,  Kasat Reskrim IPTU Yefta Marlon Melasa, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta  puluhan  anak bayi, balita,  dan ibu hamil. (Edy) 

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai