AMBON,AT-Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program pemetaan mutu pendidikan. Tak hanya itu, program ini juga agenda nasional yang wajib dilaksanakan oleh satuan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMA.
Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 15 Ambon, Rachel Dadiara saat menjadi narasumber dalam talkshow Ameks Menyapa Pendidikan yang disiarkan Radio Ameks, Rabu (27/9) menyebutkan, jumlah peserta SMP Negeri 15 Ambon yang mengikuti kegiatan ANBK diambil secara acak melalui data dapodik sekolah adalah sebanyak 50 orang yang terdiri dari 45 peserta utama, dan 5 orang lainnya adalah peserta cadangan.
“Bagi saya, ANBK sangat penting bagi semua satuan pendidikan. Dengan program Kementeraian Pendidikan ini dapat memetakan mutu pendidikan bagi sekolah, “ ucap Rachel.
Menurut Rachel, untuk mendukung dan memperlancar proses pelaksanaannya, sekolah yang dipimpinnya itu telah melengkapi fasilitas seperti komputer, laptop dan peralatan lainnya. Dia menyebutkan, peserta pelaksanaan tersebut dibagi menjadi dua sesi. Dimana sesi pertama diikuti oleh 23 peserta dan sesi kedua diikuti oleh 22 peserta.
"Untuk raport penilaian pelaksanaan ANBK tidak hanya terfokus pada literasi dan numerasi, tetapi juga survei lingkungan belajar dan penilaian ini dilakukan oleh siswa dan guru. Jadi penilaian survei lingkungan belajar dilakukan untuk siswa dan guru. Pelaksanaannya dimulai dari tanggal 25 September sampai dengan 8 Oktober 2023. Hanya guru yang terdaftar di data Dapodik sekolah yang mengikuti kegiatan ini, “ jelas dia.
Di Tahun 2021 lalu, lanjut Rachel, raport penilaian ANBK untuk nilai literasi dan numerasi, reflesi guru, keamanan dan lain – lain nilainya masih merah. Karena pelaksanaan kegiatannya masih ditengah situasi pendemi Covid-19 sehingga membuat peserta kesulitan untuk menjawab pertanyaan. Sedangkan di Tahun 2022 nilai yang diperoleh sudah mulai membaik.
“Persentasi yang kita peroleh adalah 1, 47 persen. ANBK sudah kita laksanakan pada tanggal 18 sampai dengan 19 September 2023, guru juga telah mengikuti survey lingkungan belajar (Sulingjar) yang dimulai 25 September 2023. Harapannya kedepan peserta bisa bertambah untuk semua sekolah, “ harap dia menutup pembicaraan. (DS)
Dapatkan sekarang