Soal Dukungan Perombakan Birokrasi
AMBON,AT.--Ketua DPRD Kota Ambon, Ely Toisutta, baru-baru ini secara terang-terangan mengemukakan pendapatnya untuk mendukung perombakan birokrasi di tubuh Pemerintah Kota (Pemkot).
Hal itu diutarakan mengingat, Pemkot Ambon dibawah kepemimpinan Penjabat Walikota Bodewin Wattimena, belum pernah melakukan perombakan birokrasi sama sekali. Padahal, Bodewin sudah menjabat selama dua periode,
2022-2023 dan 2023-2024.
Pernyataan Ketua DPRD Ely Toisuta itu pun sontak mendapat respon keras dari sejumlah pihak di DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Ambon.
Toisutta sebagai perpanjangan tangan partai di Baileo Rakyat Belakang Soya, dinilai mengeluarkan pernyataan yang sangat tidak sejalan dengan Golkar.
Menanggapi polemik mengenai pernyataan Ely Toisutta, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Ambon, Hengky Heskia, Jumat (6/10) kemarin mengatakan, hal itu sangatlah wajar.
Menurutnya, pernyataan Ely Toisutta dianggap wajar sebab, apa yang disampaikannya bersifat pribadi dan bukan mengatasnamakan partai. “Itu pernyataan pribadi karena ada kemitraan antara Ketua DPRD dan Pj Walikota,”katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, keliru bila pernyataan Ely Toisutta dianggap bertentangan dengan partai. Sebab sampai saat ini belum ada rapat internal Golkar terkait mendukung atau tidak perombakan birokrasi Pemkot.
“Kalau sudah ada rapat fraksi dan DPD soal tidak mendukung, baru bisa dikatakan bertentangan. Tapi sampai sekarang kan belum ada sama sekali. Jadi tidak ada salahnya kalau Ketua DPRD menyampaikan pendapatnya secara pribadi kan,”terangnya.
Olehnya itu, dia menyayangkan komentar Alva Somarwane selaku Wakil Ketua Korbid Pemenang Pemilu DPD Partai Golkar Kota Ambon yang memprotes keras pernyataan pribadi Ketua DPRD Kota.
“Dia berbicara di media, padahal dia bukan pimpinan fraksi. Bicara soal Partai Golkar, apalagi sampai di media, itu mekanismenya ada pada unsur Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Ini partai besar bos,”tegasnya.
Bahkan, ungkapnya, terkait pemberitaan yang menyebut Golkar beri teguran keras kepada Toisutta itu juga tidak diketahui oleh sejumlah unsur pimpinan partai.
“Bendahara partai saja kaget. Sebab tak pernah ada rapat internal soal masalah ini tapi tiba-tiba sudah ada pernyataan di media,”papar dia. (M1)
Dapatkan sekarang