AMBON,AT-Ambon Ekspres menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon di bidang jurnalistik. Hal ini disampaikan dalam kegiatan kampus, yakni magang. Dimana, hal ini, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045.
Direktur Ambon Ekspres, Nasri Dumula, menyampaikan apresiasi kepada Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Yance Z. Rumahuru, yang meskipun sedang menjalankan tugas di luar negeri tetap menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan mahasiswa. Rektor bahkan menyempatkan diri mengirimkan berita dan foto untuk dimuat di media, menjadi teladan bahwa jurnalisme membutuhkan dedikasi tinggi.
“Mahasiswa harus lebih malu kepada rektor. Rektor saja peduli dengan profesi jurnalis, apalagi kalian yang sedang belajar. Kantor kami selalu terbuka 24 jam sebagai laboratorium penulisan,” tegasnya saat memberikan sambutan Penutupan magang mahasiswa prodi agama budaya dan penandatanganan MOU & MOA antara IAKN Prodi agama budaya dan prodi ilmu komunikasi, fakultas ilmu sosial sosial keagaman IAKN Ambon dengan PT Ambon Ekspres intermedia, Senin, (29/9/2025), yang dipusatkan di Ruang Rapat Rektor IAKN Ambon.
Lebih lanjut dikatakan, Ambon Ekspres, saat ini mengembangkan Koran Digital dalam tiga format, teks, audio, dan video. Inovasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan mahasiswa IAKN Ambon untuk belajar menulis berita, mengolah konten multimedia, dan memahami perkembangan media modern.
Menurutnya, profesi jurnalis bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang keberanian bertanya, menjaga netralitas, serta memahami konsekuensi hukum dari setiap tulisan.
“Menggali berita ibarat sumur. Semakin dalam kita gali, semakin banyak informasi yang kita temukan. Tapi jangan terbawa emosi, jurnalis harus netral dan berpegang pada etika,” ujarnya.
Ambon Ekspres juga berterima kasih, kata dia, kepada pihak kampus yang aktif mendampingi mahasiswa selama magang, khususnya dalam membangun kesadaran tentang kerja media dan tanggung jawab profesi.
"Dengan terbukanya ruang kolaborasi antara media dan kampus, diharapkan mahasiswa IAKN Ambon dapat mengasah keterampilan jurnalistik sekaligus berkontribusi pada pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045", tuturnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Yance Z. Rumahuru, menyampaikan apresiasi kepada mitra-mitra strategis yang telah mendukung pelaksanaan program magang mahasiswa, di antaranya Ambon Ekspres, Yayasan Gasira Maluku, dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Maluku.
Rektor, menegaskan, bahwa program magang merupakan bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Meski waktu pelaksanaan relatif singkat, mahasiswa dinilai mampu memetakan kebutuhan pengembangan diri untuk masa depan. Hasil evaluasi magang ini juga menjadi masukan berharga bagi program studi maupun lembaga.
“Kami berharap, kegiatan magang ini tidak berhenti di sini saja, melainkan ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar memberi manfaat jangka panjang, baik bagi mahasiswa maupun mitra,” jelas rektor.
Lebih lanjut, dikatakan, Program magang kali ini diikuti oleh 15 mahasiswa, termasuk beberapa peserta yang berasal dari luar Maluku, seperti Papua dan Maluku Utara. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik kepada (IAKN) Ambon, sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan di Maluku yang terus berkomitmen memperluas akses pendidikan.
Rektor, berpesan agar pengalaman magang tidak hanya menjadi catatan singkat, tetapi dikembangkan lebih lanjut dalam penyusunan proposal maupun penyelesaian skripsi.
“Semangat yang lahir dari pengalaman magang harus terus dijaga, bahkan pasca magang,” ungkap rektor.
Dia menambahkan, (IAKN) Ambon membuka diri terhadap masukan dari mitra, baik yang positif maupun kritis, sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pendidikan. Dengan kerja sama yang erat, (IAKN) Ambon, berharap dapat terus melahirkan generasi muda Maluku yang berkompeten dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon, Febby Nancy Patty, mengatakan, perguruan tinggi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa melalui program magang yang lebih substansial dan kolaboratif. Magang dipandang bukan hanya sebagai pelengkap teori di kelas, tetapi juga sarana penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari dunia kerja.
Dalam waktu dekat, pihak kampus akan meninjau kembali kurikulum dengan rencana memperpanjang masa magang menjadi minimal dua hingga tiga bulan. Langkah ini diambil agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman optimal sekaligus memperkaya keterampilan praktis mereka.
"Kami berharap melalui perpanjangan masa magang ini, mahasiswa benar-benar dapat belajar dari lapangan dan mendapatkan bekal keterampilan yang relevan," jelasnya.
Lebih lanjut, dikatakan, selain magang, perguruan tinggi juga terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Saat ini, kerja sama telah dijalin dengan Ambon Ekspres dan Yayasan Gasira Maluku, serta ke depan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Maluku. Bentuk kolaborasi yang dijajaki tidak hanya magang, tetapi juga kegiatan penelitian, publikasi, pengabdian masyarakat, hingga pertukaran pengajar.
Dia menambahkan, keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran juga menjadi perhatian utama. Sesuai kurikulum, setiap program studi wajib menghadirkan praktisi sebagai tenaga pengajar. Misalnya, di Program Studi Agama dan Budaya, kampus telah melibatkan praktisi dari Yayasan Gasira Maluku, dan ke depan akan menambahkan praktisi dari Ambon Ekpres.
"Kami ingin mahasiswa mendapat pengalaman belajar yang lebih kaya, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan praktisi dan dunia kerja," tambahnya.
Dia berharap, agar kerja sama lintas bidang ini dapat memperkuat kualitas pendidikan, tidak hanya di Prodi Agama dan Budaya, tetapi juga di Prodi Ilmu Komunikasi yang memiliki relevansi erat dengan dunia industri saat ini. (Leo)
Dapatkan sekarang