Airlangga Putuskan Mundur, Koritelu : Semua Cagub Punya Peluang untuk Dapatkan Rekomendasi Golkar
Hendrik Lewerissa dan Ramli Umasugi saat silaturahmi dengan Airlangga Hartarto di Jakarta, akhir Juli lalu. --Istimewa.
FaizalLestaluhu
12 Aug 2024 08:37 WIT

Airlangga Putuskan Mundur, Koritelu : Semua Cagub Punya Peluang untuk Dapatkan Rekomendasi Golkar

AMBON,AT-Dukungan politik Partai Golkar kepada sejumlah bakal calon kepala daerah di Maluku diprediksi bisa berubah, seusai Airlangga Hartarto mengundurkan dari kursi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu. 

Diketahui, sejauh ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menyerahkan rekomendasi kepada empat pasangan bakal calon kepala daerah di Maluku. Mereka adalah bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon Bodewin Wattimena-Elly Toisutta, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Buru Aziz Hentihu-Gadis Siti Nadia Umasugi, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur Agil Rumakat-Enver Rumarey Wattimena, dan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Julianis Aboyaman Uwuratuw-Polikarpus Lalamafu. 

Golkar juga telah memberikan sinyal kuat, mendukung Hendrik Lewerissa dan Ramli Umasugi dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku 2024. Bahkan, Hendrik dan Ramli telah diundang oleh Airlangga Hartarto untuk bersilatuhmi, di Rumah Dinas Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, di kawasan Jalan Widya Chandra III Nomor 6, Jakarta Selatan, Selasa  (30/7) lalu.

Seusai pertemuan tersebut, Hendrik maupun Ramlii mengatakan kepada wartawan, bahwa mereka mendapat restu Airlangga untuk maju dan berpasangan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Maluku. 

"Rekomendasi kan sudah dicetak dan di tandangani, tinggal nanti sebagai kader saya yang akan ambil sendiri, karena pak Hendrik tadi sudah hadir sebagai formalitas," ungkap Ramli kala itu. 

Pengamat Politik asal Universitas Pattimura Ambon, Paulus Koritelu, kepada media ini, Minggu (11/8) kemarin mengatakan, mundurnya Airlangga tentu memperkecil harapan Hendrik Lewerissa dan Ramli Umasugi atau HL-RU mendapat rekomendasi Golkar. Sebab, kata dia, dukungan yang diperoleh dari Airlangga masih secara lisan. 

Jika ingin menduetkan Golkar-Gerindra di Pilgub Maluku, jelasnya, baik HL maupun RU harus memiliki kekuatan lobi pusat yang kuat baik dengan petinggi Golkar maupun Gerindra yang menghendaki keduanya berpasangan.

"Kekuatan HL-RU sebenarnya tertumpu juga pada kepemimpinan pusat yang ada di Gerindra. Jika Gerindra serius pengen menggandeng Golkar untuk memenangkan Pilgub Maluku, maka sebetulnya Prabowo atau petinggi Gerindra mesti sedikit turun gunung," jelasnya. 

Sebab, lanjut dia, jika hiruk pikuk politik daerah tidak dikendalikan oleh kekuatan pusat, maka daerah akan semakin semrawut.

"Kan mereka tidak hilang kesempatan sebagaimana yang telah terlanjur terpublikasi dan viral di mana-mana," ujarnya.

Peluang HL-RU mendapatkan Golkar sebelum Airlangga mundur, ungkap dia, jika dianalisa maka sudah di atas 75 persen. Tapi dengan fenomena mundurnya Airlangga, peluang itu bisa tipis atau 50-50.

"Percaya atau tidak hukum probabilitas akan terjadi. Oleh karena itu jika HL maupun RU punya kekuatan lobi kecil dengan petinggi Gerindra ataupun Golkar maka akan menyulitkan posisi mereka nantinya," katanya.

Mundurnya Airlangga Hartarto, menurutnya, memberi kemungkinan baru tentang perburuan rekomendasi partai Golkar, yang tidak lagi bisa disebut mengerucut ke HL-RU.

"Sudah tidak bisa lagi kita sebut Golkar mengerucut ke HL-RU. Sekarang semua punya peluang sama, baik itu Jeffry Apoly Rahawarinn, Barnabas Orno, Said Latuconsina, dan mungkin saja bisa Murad Ismail," kuncinya. (Nal)

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai