AMBON,AT-Puluhan dewan pengurus Wilayah persatuan mahasiswa Pencinta Tanah Air Indonesia Provinsi Maluku, berdemonstrasi di depan Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, terkait dugaan korupsi proyek yang mencapai triliun rupiah.
Aksi yang dinahkodai kordinator lapangan, Cimran Rahakbau itu berlangsung sekira pukul 10.30 WIT yang dikawal ketat oleh petugas kepolisian, Jumat (1/3).
Adapun proyek tersebut diantaranya yakni, mega proyek Bendungan Waeapo di Pulau Buru dengan nilai proyek sebesar Rp. 2,1 Triliun, dugaan korupsi Check Dam Kampung Rinjani-Ahuru, Kota Ambon yang tiba-tiba hilang begitu saja, dan pencurian uang negara di Proyek Penanggulangan Banjir Wae Laala, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, dengan niali Rp 34,710,000,000, pada tahap pertama dan tahap kedua dengan nilai Rp.24.057.599.000.
Dari pantauan media ini di lokasi sekira pukul 10.50 WIT, terlihat pendemo sempat cekcok bersama aparat kepolisain yang mengawal para masa aksi tersebut akibat salah seorang pendemo menendang pagar Kantor Balai Sungai yang tertutup rapat.
Koordinatro lapangan, Cimran Rahakbau, meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polda Maluku untuk segera menangkap kepala Balai Sungai Wilayah Maluku dan antek-anteknya. Karena mereka telah melakukan perbuatan yang tidak wajar.
"Kami minta kepada pihak kepolisan untuk mengutus tuntas dan menangkap kepala BWS dan kawan-kawan," teriak Cimran dalam orasinya.
Akibat dari perbuatan mereka, kata Cimran, bukan saja merugikan negara tetapi juga menyusahkan Masyarakat setempat dan sekitarnya.
"Ada " Bau" korupsi di proyek yang ditangani BWS. Jadi, kami minta pihak terkait untuk mengusut dan mereka yang terlibat langsung dalam mega proyek di atas," tutup Ciamran. (Jar/M03).
Dapatkan sekarang