ARU,AT--Kurang lebih 36 hari, sejak menginjakkan kaki di Kecamatan Aru Tengah, sebanyak 133 mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Pattimura (Unpatti) Kepulauan Aru, resmi menuntaskan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang II Angkatan 52 di Kecamatan Aru Tengah.
KKN yang berlangsung mulai 1 Agustus hingga 6 September 2026, para mahasiswa hadir di tengah masyarakat untuk menjalankan berbagai program pengabdian.
Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga meninggalkan sejumlah kegiatan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga desa.
Apresiasi atas pengabdian tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Andarias Kawan, kepada 133 mahasiswa yang telah menyelesaikan KKN di wilayah Aru Tengah.
Legislato Dapil Aru Tengah ini mengatakan, kehadiran mahasiswa membawa berbagai hal positif bagi masyarakat di desa-desa lokasi KKN.
"Sebagai wakil rakyat yang mewakili seluruh masyarakat dan pemerintah desa di lokasi magang, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada 133 mahasiswa yang telah sukses dan berhasil menyelesaikan masa KKN di wilayah Aru Tengah. Tentu banyak hal positif telah mereka buat untuk masyarakat di desa. Sekali lagi, terima kasih," ujar Andarias, Selasa (8/9/2026).
la juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen pendamping serta jajaran pengelola PSDKU Unpatti Kepulauan Aru yang telah memilih Kecamatan Aru Tengah sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Menurutnya, program pengabdian mahasiswa menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah desa dan kepulauan.
Apresiasi serupa disampaikan Camat Aru Tengah, Erens P. M. Kalorbobir. Melalui akun Facebook pribadinya, Erens menyampaikan rasa Bangga atas dedikasi mahasiswa KKN yang tersebar di wilayah kecamatan tersebut.
"Luar biasa, salut. KKN Gel. II Ang. 52 PSDKU UNPATTI di 9 desa dan 1 dusun Kecamatan Aru Tengah," tulis Erens.
Salah satu desa yang merasakan langsung manfaat kehadiran mahasiswa adalah Desa Selibatabata. Kepala Desa Selibatabata, Dedi Boy Rungun, mengatakan sebanyak 15 mahasiswa ditempatkan di desanya dan aktif menjalankan berbagai program bersama masyarakat.
Menurut Dedi, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program seperti pengembangan UMKM dan sosialisasi kesadaran hukum, tetapi juga terlibat dalam pekerjaan fisik yang menyentuh kebutuhan warga.
Mereka antara lain membantu pembuatan lapangan futsal, membuat naman desa, serta mengecat kembali papan nama desa dan pos kamling.
"Kehadiran mereka sangat membantu. Selain menjalankan program prioritas seperti pengembangan UMKM dan sosialisasi kesadaran hukum, mereka juga melakukan kegiatan fisik yang menyentuh kebutuhan warga," pungkas Dedi.
Dapatkan sekarang