AMBON,AT-Dalam rangka peningkatan profesional manajemen olahraga dan kapasitas organisasi olahraga, perguruan Indonesia Karate-Do (Inkado) Kepulauan Aru akan lebih fokus untuk meningkatkan SDM pelatih di Aru.
Ketua Keluarga Sabuk Hitam (KSH) Inkado Kepulauan Aru, Hanny Lawalata memiliki dua fokus dalam meningkatkan prestasi karateka Inkado di Aru.
''Selain terus memperhatikan regenerasi karateka, peningkatan mutu pelatih juga menjadi konsentrasi besar kami di tahun 2024 nanti," terang Lawalatta saat menghubungi media ini, Rabu (20/12).
Sejak mengemban amanah sebagai ketua KSH, Lawatta memiliki peran besar membawa prestasi Inkado Aru berprestasi di tingkat pada beberapa kejuaraan.
"Semoga lahir atlet karate yang dapat terus memberikan prestasi. Cabor (cabang olahraga) karate sudah menjadi salah satu cabor unggulan Maluku, jadi pembinaan atlet maupun regenarasi pelatih harus dijalankan dengan baik. Ini akan menjadi tanggung jawab seluruh teman-teman pengurus Inkado Aru," jelasnya.
Perempuan murah senyum ini melanjutkan, peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) kepelatihan diharapkan bisa meningkatkan rasa percaya diri para pelatih untuk terus melahirkan karateka muda yang memiliki potensi luar biasa.
''Dengan program ini, para pelatih (karate) akan percaya diri dan akan mampu menelorkan atlet potensial yang pada saatnya nanti bisa memberikan prestasi untuk Aru dan Maluku,'' tutur dia.
Dijelaskan, para pelatih harus mampu membangun mental atlet, apabila pelatih memberikan menu latihan dengan baik, maka karateka nantinya akan punya banyak atlet andal.
“Para pelatih nantinya akan menjadi motivator bagi anak asuhannya (atlet)," jelasnya.
Lebih jauh dikatakan, fokus kepada pembangunan SDM salah satunya pelatihan kepada pelatih dan kami berharap kedepannya KONI Aru bisa membantu fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang dibutuhkan, mengingat selama ini banyak cabor terbentur karena minimnya fasilitas sarana.
"Pelatih-pelatih karate cukup bisa bersaing dengan kualitas yang dimiliki, namun sering gagal karena banyak faktor. Disamping itu permasalahan yang banyak dialami cabang-cabang olahraga di daerah ini karena terbentur fasilitas sarana olahraga, termasuk cabor karate. Olehnya itu, kami minta bantuan dari pihak terkait untuk melihat persoalan ini," pintanya.
Lawalatta menambahkan, peningkatan SDM pelatih dalam persiapan menghadapi event-event wushu di waktu yang akan datang. Dari evaluasi yang kami lakukan setelah pelaksanaan paparan program latihan dan pelatihan pelatih tahun kemarin, belum semua pelatih memahami pembuatan program secara detail dan mengutamakan sport science.
“Semoga apa yang telah direncanakan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan," kunci Lawalatta.(CAL)
Dapatkan sekarang