13 Hari Terombang-ambing, 12 ABK Ini Hanya Makan Gula Pasir dan Minum Air Hujan
12 ABK yang diselamatkan dua nelayan desa Lektama Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan Sabtu ( 9/7) saat berada di RSUD dr Salim Alkatiri untuk mendapatkan perwatan intensif.
Admin
10 Jul 2022 15:44 WIT

13 Hari Terombang-ambing, 12 ABK Ini Hanya Makan Gula Pasir dan Minum Air Hujan

NAMROLE,AT.-  Sebanyak 12  Anak Buah Kapal ( ABK)  KM Intan Fortuna berhasil diselamatkan dua nelayan Desa Lektama,   Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Kapal mereka tenggelam di perairan Kepulauan Aru.

Dua belas ABK yang berhasil diselamatkan itu telah terombang-ambing selama 13 hari di laut akibat kapal yang mereka tumpangi tenggelam dihantam ombak besar saat dalam perjalanan dari Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru menuju Jakarta.  Mereka hanyut terbawa arus dan ombak  hingga ke perairan Buru Selatan, dan berhasil diselamatkan oleh dua  nelayan Desa Lektama Kecamatan Namrole, La Ote dan La Udin, Sabtu (9/7).


Wakil Kapten, M. Nurul Imron (43) asal Brebes menuturkan, kapal yang mereka operasikan, memuat hasil perikanan seperti ikan cakalang  dan tuna. "Kami dari Jakarta ke Pulau Aru ambil ikan dan mau pulang ke Jakarta," ujarnya.

Diceritakan, saat kejadian, kapal mereka dihantam ombak besar hingga hampir terbalik. 

"Saat itu, kami tidak bisa lagi bertahan di atas kapal. Kami sudah siap-siap menyelamatkan diri. Kejadiannya malam hari. Kami dua hari di atas kapal," jelasnya.

Ketika kapal makin miring ke dalam laut, mereka pun melompat menyelamatkan diri menggunakan 6 gabus yang dijadikan satu. "Kami pakai 6 buah gabus, dijadikan satu untuk 16 orang," jelasnya.

Sayangnya, 4 orang dari mereka berinisiatif  mencari pertolongan dari pulau-pulau terdekat, hingga nasib mereka belum diketahui.

"Itu keinginan mereka sendiri, berpisah dari kami. Kapten maunya bersama-sama, tapi mereka ingin pergi cari bantuan," ujarnya. 

Selama berada di laut,  kurang lebih 13 hari, jelasnya, mereka hanya makan gula pasir dan minum air hujan. Kata Imron, mereka ditemukan sekitar pukul 13.00 Wit. 

Namun dirinya tak tahu persis di perairan mana. Dia mengingat lama perjalanan 2 jam atau sekira 7 mil.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah di sini, khususnya nelayan yang menolong kami. Kami tak bisa membalas pertolongan mereka. Nanti Allah yang membalas kebaikan mereka," ujarnya mewakili teman-temannya. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bursel Awat Mahulauw membenarkan adanya penemuan 12 ABK tersebut. 

"Kapal mereka keluar dari Aru pada 25 Juni 2022, dan mengalami musibah 27 Juni 2022," jelas Awat kepada wartawan, Sabtu (9/7) malam di Namrole.

Saat ini mereka sudah ditangani. Tempat tinggal  koordinasikan dengan kepala Desa Lektama. 

" 12 pelaut itu sementara mendapatkan  perwatan di RSUD  Namrole. 8 orang sudah keluar rumah sakit. Sementara 4 lainnya masih mendapatkan perawatan,"pungkasnya.

Para pelaut yang diselamatkan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia.  Iman (33) dan Rizal Arifin (32), Rudiarton (33), dan Afran Budianto (27) asal Tefal, Nikson Amalo (27) Kupang (ABK),   Mushab (37) Pekalongan (ABK), Andika (28) ABK dari Medan, M. Nurul Imran (43) Brebes ( Wakil Kapten),  Puranto (39) Tegal (ABK), Rizki (35) Pekalongan (ABK), Sarifin Salam (56) Jakarta (kapten) serta M. Abdulrahman (39) asal Jogja (ABK). (esi).

Dapatkan sekarang

Ambon Terkini, Ringan dan cepat
0 Disukai