AMBON,AT-Pelaksanaan ritual cuci Negeri, di Kota Ambon. Terutama bagi sejumlah negeri adat diwilayah Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel). Setelah dari Soya, kini giliran Negeri Leahari yang melaksanakan ritual tersebut.
Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena memberikan, apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan adat istiadat tersebut.
“Kegiatan ini berarti masyarakat menghargai Nilai — nilai yang ditinggalkan leluhur dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi serta yang ditinggalkan leluhur dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi serta mendukung sepenuhnya," tuturnya saat menghadiri kegiatan tersebut, akhir pekan kemarin.
Menurutnya, atraksi budaya yang ditunjukan lewat ritual cuci negeri ini, dapat menjadi daya tarik pariwisata.
“Jika wisata alam dipadukan dengan dipadukan dengan atraksi budaya maka dapat kita kembangkan dan jual bagi orang di luar Ambon," ujarnya.
Dikatakan, agar dapat lestari maka setiap negeri adat yang ada di Kota Ambon juga dimintanya dapat membentuk dan mengaktifkan sanggar seni guna mempertahankan ciri khas budayanya masing-masing negeri.
“Seluruh negeri adat dapat menunjukan ciri khas masing — masing. Itu menjadi harapan agar seni budaya terus terpelihara dan lestari, sehingga menjadi potensi wisata yang menarik,” katanya.
Wattimena berharap, agar Cuci Negeri yang dilaksanakan baik di Soya maupun Leahari serta negeri lainnya, di kota Ambon dapat terus dijaga dan dilestarikan.
"Kita minta agar kegiatan-kegiatan atau ritual budaya seperti ini harus dijaga bila perlu dikembangkan dan Pemerintah Kota (Pemkot) selalu memberikan suport atas kegiatan-kegiatan seperti ini," tandasnya.
Untuk diketahui, ritual cuci Negeri ini diikuti Forkopimcam Leitisel, Raja Leahari, Saniri, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat. (HA)
Dapatkan sekarang