Ragam
26 Jun 2023 08:55 WIT
Ikhsan : Permintaan Vaksin Rabies Meningkat
MASOHI, AT- Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, mencatat hingga Juni 2023, sebanyak 13 orang di gigit anjing. Hal itu diungkapan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, Zahlul Iksan kepada media ini di Masohi, kemarin.
Menurutnya, jumlah tersebut tersebar disejumlah kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah.
"Pada tahun 2023 ini pihak Dinas Kesehatan mencatat sejumlah pasien yang dirawat dengan keluhan akibat gigi anjing yakni di Kecamatan Saparua sekitar 8 orang, Kecamatan TNS ada 3 orang, sedangkan untuk Kecamatan Salahutu itu ada 2 orang," ungkap Iksan.
Lanjut dia, data tersebut sewaktu bisa saja berubah sehingga dikhawatirkan vaksin rabies yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan tidak mencukupi. Tidak seperti di bulan Mei lalu, permintaan vaksin rabies di bulan juni meningkat karena bersamaan dengan perilaku anjing menggigit atau mencakar warga juga meningkat.
"Permintaan vaksin (rabies) tinggi sekarang. Karena itu, (warga) digigit sedikit atau dicakar sedikit minta vaksin. Padahal belum ada kasus anjing yang terkonfirmasi mengidap rabies. Jadi bukan kasus rabiesnya tinggi, tapi laporan kasus gigitan anjing meningkat," ujarnya
Padahal, kata Ikhsan, pada medio bulan sebelumnya permintaan vaksin rabies masih sedikit dan belum ada hasil observasi belakangan ini yang menyatakan terdapat kasus rabies di Maluku Tengah.
"Sejauh ini tidak ada (diagnosa warga Malteng terjangkit rabies). Pertama tidak ada observasi terhadap anjingnya, kedua ketika orang digigit langsung divaksin jadi tidak ada rabiesnya. Jadi ketika dia kena rabies atau bukan belum bisa dikatakan, karena vaksinkan sudah masuk duluan jadi tidak pernah ada konfirmasi rabiesnya," jelasnya.
Ikhsan menambahkan, permintaan vaksin tinggi ada berasal dari Kecamatan TNS (Layeni), Saparua (Haria dan Boi), Kecamatan Salahutu (Suli).
"Seharusnya kan ketika ada kasus gigitan itu harus dievaluasi dulu anjinnya mati dalam du hari atau tidak setelah gigit warga. Kalau mati kepala anjinya dibawakan ke bagian laboratorium di provinsi. Nanti hasilnya baru diketahui rabies atau tidak," tutup Ikhsan.
Rabies adalah penyakit menular akut, menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh Lyssavirus. Virus rabies bisa menular melalui air liur, gigitan atau cakaran dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang terinfeksi rabies, hewan yang berisiko tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.
Gejala masa inkubasi virus rabies berkisar antara 4 - 12 minggu, setelah masa inkubasi orang yang tertular virus rabies akan mengalami gejala mirip flu, demam otot melemah, kesemutan atau merasa terbakar di area gigitan, sakit atau nyeri kepala, demam, mual dan muntah, merasa gelisah, bingung atau terancam tanpa ada penyebab, hiperaktif, halusinasi, insomnia atau gangguan tidur, kesulitan menelan ketika makan atau minum serta produksi air liur berlebih.
Tindakan-tindakan pencegahan terinfeksi virus rabies adalah dengan mengurangi faktor-faktor risiko dengan cara, Melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan. Mendapatkan vaksin rabies untuk diri sendiri. Menjaga kontak dari hewan yang berpotensi memiliki virus rabies. Menjaga hewan peliharaan agar tidak berinteraksi dengan hewan liar atau asing. Melaporkan ke petugas kesehatan apabila menemui seseorang atau hewan yang mempunyai gejala rabies. Cegah hewan-hewan lain yang berpotensi menyebarkan rabies masuk kedalam rumah. (DW)